Wednesday, 12 April 2017
Tuesday, 11 April 2017
Tuesday, 4 April 2017
LOMBA BACA PUISI SMA/SEDERJAT SESUMATERA UTARA DELI COMPANY 2017
Setelah sukses menyelenggarakan lomba baca puisi antar SD dan SMP se-Sumatera Utara, Deli Company kembali membuka kegiatan yang sama. Kali ini Deli Company melaksanakan lomba baca puisi antar SMA/sederajat se-Sumatera Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 April 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Komunitas Home Poetry, Sanggar Kursi, Medan Art Theater, Sanggar Camsa, Sanggar Anak Yaspendhar dan berbagai elemen pendukung, kegiatan ini khusus mengangkat potensi para pelajar dalam bidang baca puisi.
Ririn Prabuati, selaku penggiat dan penggagas kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan selain dari mengangkat potensi pelajar di bidang puisi juga sebagai bagian dan andil dari peran sastra untuk meningkat karakter anak. Meminimalisir sifat-sifat radikal yang berpotensi ke arah hal-hal yang negatif.
“Anak adalah kertas putih yang polos. Dan kewajiban orang-orang dewasalah yang menjadikannya untuk lebih peka dan peduli terhadap sesama. Dengan lomba baca puisi adalah upaya untuk mengarahkan anak untuk mengikis sifat-sifat radikal yang berpotensi tertanam dalam diri mereka. Dengan sastra dan puisi diharapkan budi pekerti merekas lebih tajam dan terarah,” lanjutnya.
Lomba baca puisi ini di buka untuk para pelajar SMA/sederajat. Pendaftaran di seketariat Deli Company, d/a Taman Budaya Sumatera Utara, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 33 Medan, dengan uang pendaftaran Rp. 20. 000,-
Puisi-puisi pilihan yang akan diperlombakan :
1. Gugur karya WS. Rendra
GUGUR
karya W.S Rendra
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya
Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya
Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
” Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa
Orang tua itu kembali berkata :
“Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!”
Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya.
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya
Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya
Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
” Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa
Orang tua itu kembali berkata :
“Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!”
Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya.
Selamat Pagi Indonesia
Karya: Sapardi Djoko DamonoSelamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
di mata para perempuan yang sabar,
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan;
kami telah bersahabat dengan kenyataan
untuk diam-diam mencintaimu.
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu
agar tak sia-sia kau melahirkanku.
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya.
aku pun pergi bekerja, menaklukan kejemuan,
merubuhkan kesangsian,
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman
yang megah,
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat,
para perepuan menyalakan api,
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura.
Selamat pagi, Indonesia,
seekor burung kecil
memberi salam kepada si anak kecil terasa benar : aku tak lain milikmu..
Sembahyang Rumputan karya Ahmadun Yosi Herfanda
SEMBAHYANG RUMPUTAN
(Ahmadun Yosi Herfanda)
walau kaubungkam suara azan
walau kaugusur rumah-rumah tuhan
aku rumputan
takkan berhenti sembahyang
:inna shalaati wa nusuki
wa mahyaaya wa mamaati
lillahi rabbil ‘alamin
topan menyapu luas padang
tubuhku bergoyang-goyang
tapi tetap teguh dalam sembahyang
akarku yang mengurat di bumi
tak berhenti mengucap shalawat nabi
sembahyangku sembahyang rumputansembahyang penyerahan jiwa dan badan
yang rindu berbaring di pangkuan tuhan
sembahyangku sembahyang rumputan
sembahyang penyerahan habis-habisan
walau kautebang aku
akan tumbuh sebagai rumput baru
walau kaubakar daun-daunku
akan bersemi melebihi dulu
aku rumputankekasih tuhan
di kota-kota disingkirkan
alam memeliharaku subur di hutan
aku rumputan
tak pernah lupa sembahyang
:sesungguhnya shalatku dan ibadahku
hidupku dan matiku hanyalah
bagi allah tuhan sekalian alam
pada kambing dan kerbau
daun-daun hijau kupersembahkan
pada tanah akar kupertahankan
agar tak kehilangan asal keberadaan
di bumi terendah aku berada
tapi zikirku menggema
menggetarkan jagat raya
: la ilaaha illalah
muhammadar rasululah
aku rumputan
kekasih tuhan
seluruh gerakku
adalah sembahyang
1992Indonesia Berkaca karya M. Raudah Jambak
INDONESIA BERKACA
KARYA : M. RAUDAH JAMBAK
telah lama indonesia terjebak dalam buramnya
kotak kaca, mulai dari wajah yang berdebu, sampai
tiga dimensi yang kaku, parabola tak lagi berguna
dikalahkan kecanggihan batok kelapa-
kejahatan, penipuan, kemunafikan-berlomba menjadi
pelaku utama-sementara kejujuran, keikhlasan,dan
kesabaran-cukup puas sebagai figuran biasa
telah lama indonesia terjebak dalam kumuhnya
media masa, mulai dari wajah yang penuh darah,
sampai bibir merah penuh gairah, headline kemanusiaan tak lagi berguna, politik haus kekuasaan di atas segalanya-korupsi, prostitusi, anti ideologi-menjadi berita terkini-sementara harkat, martabat, dan nurani-hanya penghias demi investasi
telah lama indonesia terjebak di atas panggung sandiwara, yang selalu kehilangan penonton setia
mulai dari fans tiba-tiba, sampai kelas utama
tiket pertunjukan tidak lagi berguna, sebab
undangan gagal membawa marwah cerita-pemain, penata, dan sutradara-saling curiga dengan honor
yang diterima-sementara proyek, eksebisi, dan
pertunjukan dalam rangka-menjadi penentu final
dalam berkarya
lihatlah aceh, ambon dan papua
lihatlah korupsi, prostitusi dan manipulasi negri
lihatlah segala amoral dan asusila
anak-anak bangsa
apa khabar munir yang menunggang garuda
apa khabar harry roesli dengan drs. arief-nya
apa khabar peter white dan sepakbola indonesia
apa khabar sby bersama seratus harinya
apa khabar hamid jabbar yang selalu menzikirkan puisinya, selalu tertawa gembira-walau dalam tangis indonesia
apa khabar tsunami yang selalu meneteskan
air mata
do’a takjim buat saudara-saudaraku,
yang mengawang di bukit lawang, menanam pusara badan di kuningan, menyerah di bandara adi sumarmo yang gelisah, ambruk mengurusi nyamuk-nyamuk, menggigil digetarnya gempa tsunami
dan yang tiba-tiba pergi ke negeri entah
(tuhan mengarahkan langkah kalian menuju taman
di dalamnya mengalir sungai susu, tumbuh bunga-bunga indah, dan ranumnya beragam buah)
telah lama indonesia terjebak dalam lusuhnya cermin kaca, tapi yakinlah kami masih mampu
membaca makna-membersihkan wajah indonesia
indonesia bercermin
indonesia berkaca
dalam derita
kami akan terus berjuang untukmu
dalam bahagia
kami akan senantiasa mengharumkan
namamu,
indonesia berkaca-anak-anak bangsa berusaha
terangkai do’a, senantiasa
Medan, 2001
Ayo dafatrkan segera. Gali Potensi, Raih Prestasi, Galang Silaturahmi, dan berkumpullah dengan orang-orang berpotensi serta kreatif.
Monday, 6 March 2017
MERAYAKAN HARI PUISI MENCARI JEJAK SASTRAWAN SUMUT
SASTRAWAN SUMATERA UTARA
A.
A.A. Bungga (Medan, 1938)
A.A. Loebis (Balige, 1930)
Abas St. Pamuntjak Nan Sati (Bukittinggi, 1899)
Abdul Jalil Sidin (Binjai, 1929)
Abdul Rahim (Mihar Harahap) (Medan, 1958)
Abdul Wahid Situmeang (Sibolga, 1936)
Abu Bakar Siregar (Medan, 1953)
Achmad Rivai Nasution (Pematangsiantar, 1935)
A. Damhoeri (Batupayung, 1915)
Adi Mujabir (Perbaungan, 1961)
Adinegoro (Talawi, Sumatera Barat, 1904)
Afrion (Kisaran, 1963)
Agam Wispi (Pangkalansusu, 1930)
Agus Mulia (Padangsidimpuan, 1972)
A. Hasjmy (Seulimeum, 1914)
Ahmad Badren Siregar (Lubukpakam, 1985)
Ahmad Parmonangan Nasution (Panyabungan, 1974)
Ahmad Samin Siregar (Batangtoru, 1945)
Aishah Basar (Rantauprapat, 1971)
A. Kadir Zailani Yahya (Akar Zaya) (Medan, 1944)
Akhas Taufiks Rokan (Batubara, 1948)
Alamsyah Pohan (Sipirok, 1956)
Aldian Aripin (Kotapinang, 1938)
Alex R. Nainggolan (Jakarta, 1982)
Ali Rahman Kaban (Langkat, 1977)
Ali Soekardi (Tebingtinggi, 1933)
Aly Yusran (Tantaman, 1940)
Amal Hamzah (Binjai, 1922)
Aminuddin Anhar (Bangunpurba, 1949)
Amirhan A. Sanie (Tanjungpura, 1949)
Amir Hamzah (Tanjungpura, 1911)
Amin Setiamin (Linggatiga, 1974)
Amrin Tambuse (Pangkalanbrandan, 1968)
Anggia Putra (Jakarta, 1944)
Anharuddin Hutasuhut (Padangsidimpuan, 1970)
Antilan Purba (Pematangbandar, 1958)
Antonius Silalahi (Pematangsiantar, 1973)
Anum Nona Asih (Sibolga, 1965)
Anwar Putra Bayu (Medan, 1960)
A.N. Zaifah (Medan, 1940)
Aoh K. Hadimadja (Bandung, 1911)
Arafat Nur (Lubukpakam, 1974)
A. Rahim Qahhar (Medan, 1943)
Ardani (Medan, 1965)
Arie Azhari Nasution (Galang, 1989)
Arie F. Batubara (Medan, 1959)
Arie M.P. Tamba (Samosir, 1961)
Arif Husin Siregar (Medan, 1921)
Aris Siswo (Medan, 1924)
Armijn Pane (Muarasipongi, 1908)
Artika Maya (Tebingtinggi)
Ashadi Siregar (Pematangsiantar, 1945)
Askolani (Tapanuli Selatan, 1966)
Asry’s (Medan, 1938)
A.S. Atmadi (Medan, 1951)
Awaluddin Ahmad (Gebang, 1940)
Ayu Harahap (?)
A. Zaini Nasution (Medan, 1937)
B.
Bachtiar Adamy (Aceh Utara, 1956)
Bagin (Binjai, 1927)
Bahrum Rangkuti (Galang, 1919)
Bakri Siregar (Langsa, 1922)
Barus Siregar (Sipirok, 1923)
Basyral Hamidy Harahap (Sihepeng, 1940)
Bersihar Lubis (Gunungtua, 1950)
Bokor Hutasuhut (Balige, 1934)
Burhan Pilliang (Kutaraja, 1939)
B. Yass (Hutapadang, 1929)
B.Y. Tand (Indrapura, 1942)
C.
Chairil Anwar (Medan, 1922)
Choqienk Susilo Sakeh (Medan, 1958)
C.M. Nas (Salatiga, 1933)
D.
Damiri Mahmud (Kampungklambir, 1945)
Danil Eneste (Medan, 1971)
Danmeras Syamsuddin (Dolokilir, 1940)
Darius Marpaung (Sitiotio, 1928)
Darwis Rifai Harahap (Firdaus, 1944)
Das Chall (Wan Chalidin) (Singapura, 1927)
Dhalika Tadaus (Takengon, 1929)
D. Ilyas Rawi (Tebingtinggi, 1948)
Dini Usman (Kabanjahe, 1975)
Diro Aritonang (Kalianda, 19)
Djamal (?)
Djamalul Abidin Ass (Medan, 1935)
Djawastin Hasugian (Pakkat, 1943)
Djohan A. Nasution (Medan, 1937)
Dt. A. Azmansjah (Limalaras,)
Dwi Kridanto HS (Baturaja, 1963)
E.
Eddy Siswanto (Medan, 1968)
Edrida Pulungan (Padangsidimpuan, 1982)
Elidawani Lubis (Medan, 1983)
Elva Yusanti (Medan, 1974)
Embar T. Nugroho (Pematangsiantar, 1977)
Emnast (Mukhtar Nasution) (Medan, 1941)
Ezra Dalimunte (Medan, 1972)
F.
Farizal Nasution (Tebingtinggi, 1962)
Fitria Panjang (Medan, 1996)
Foeza M.E. Hutabarat (Medan, 1958)
Frans Ekodhanto (Medan, 1986)
Frans Nadjira (Makassar, 1942)
G.
Gayus Siagian (Balige, 1920)
Gunawan Tampubolon (Kualasimpang, 1960)
H.
Hamka (Maninjau, 1908)
Hamsad Rangkuti (Titikuning, 1943)
Hamzah Fansuri (?)
Harta Pinem (Juhar, 1958)
Haris Saoloon Lubis (Padangsidimpuan, 1959)
Harun Al Rasyid (Padang, 1963)
Harun Arrasyid (H.A. Dharsono) (Limalaras, 1933)
Hasan Al Banna (Padangsidimpuan, 1978)
Hazil Tanzil (Medan, 1918)
H.B. Jassin (Gorontalo, 1917)
Helvy Tiana Rosa (Medan, 1970)
Herman Ks (Medan, 1937)
Herni Fauziah (Medan, 1964)
H.G. Ugati (Takengon, 1938)
Hidayat Banjar (Medan, 1962)
Hr. Bandaharo (Banda Harahap) (Medan, 1917)
I.
Ibnast (Lhokseumawe, 1939)
Ibrahim Sembiring (Medan, 1970)
Ida Nasution (1928)
Idris Siregar (Medan, 1968)
Idris Pasaribu (Delitua, 1952)
Ikhwanuddin Nasution (Padangsidimpuan, 1962)
Indra Y. T. (Medan, 1985)
Ilham Wahyudi (Medan, 1983)
Irwan Effendi (Medan, 1981)
Ismail Marahimin (Medan, 1934)
Ismed Nur (Medan, 1960)
Iwan Simatupang (Sibolga, 1928)
J.
Jalaluddin (Medan, 1937)
Januari Sihotang (Hariansamosir, 1984)
Jaya Arjuna (Bukittinggi, 1953)
Jerni Martina Elita Napitupulu (Simalungun, 1974)
J.E. Siahaan (Balige, 1934)
Jhon F.S. Pane (Kotabaru, Kalimantan Selatan,)
Jones Gultom (Perbaungan, 1982)
Jon Triono S. (Tinjowan, 1963)
Julaiha S (Medan, 1993)
J.U. Nasution (Pematangsiantar, 1930)
Jusuf Sou’yb (Bayur, 1916)
K.
Kardy Said (Fachrurrazi) (Pariaman, 1956)
Khairul Ikhwan Damanik (Indrapura, 1975)
Ki Panjikusmin (1941)
L.
Lahmudin Mane (Medan)
Laswiyati Pisca (Lubukpakam, 1963)
Lazuardi Adi Sage (Medan, 1957)
Lazuardi Anwar (Pauh, 1941)
Lia Anggia Djohan Nasution (Medan, 1979)
L.K. Ara (Takengon, 1937)
L. Munir Umar (Meureudu, 1953)
Lucya Chriz (Sidikalang, 1986)
M.
M.A. Djuhana (Aki Djuhana) (Tanjungbalai, 1925)
Mahmud Sewika (Perdagangan, 1928)
Malubi (Mahyuddin Lubis) (Huta Pungkut Tonga, 1962)
Mansur Samin (Batangtoru, 1930)
Maroeli Simbolon (Rantauprapat, 1967)
Martin Aleida (Tanjungbalai, 1943)
Maskirbi (Mazhar) (Tarutung, 1952)
Masril Habib (Labuhanbatu, 1975)
Matu Mona (Hasbullah Parinduri) (Medan, 1910)
Maulana Satrya Sinaga (Medan, 1989)
Maulana Syamsuri (Perdagangan, 1943)
M. Biya Sofyan (Sofyan Ambia) (Kampungbaru, 1936)
Merari Siregar (Sipirok, 1896)
M.H. Agam Fawirsa (Pangkalanbrandan, 1962)
M. Haroen (Muhammad Harun Al-Rasyid Ritonga (Simartokis, 1994)
M. Husseyn Umar (Medan, 1931)
Mochtar Lubis (Padang, 1922)
Mozasa (Mohammad Zain Saidi) (Bogak, 1914)
M. Poppy Hutagalung (Poppy Donggo Hutagalung) (Jakarta, 1940)
M. Raudah Jambak (Medan, 1972)
M.S. Hutagalung (Tarutung, 1937)
M. Solly Lubis (Lumut, 1930)
M. Tantowi Yunus (Tanjungkasau, 1940)
Muhammad Husein Heikal (Medan, 1997)
Muhammad Indra A.M. (Tanjungbalai, 1949)
Muhammad Kasim (M. Kasim) (Muarasipongi, 1886)
Muhammad Rain (?)
Muhammad Subhan (Medan, 1980)
Muhammad T.W.H. (Geudong, 1932)
Muhammad Yamin (Sawahlunto, 1903)
Mukhlis Win Ariyoga (Takengon,)
Muram Batu (Limapuluh, 1978)
Murni Aryanti Pakpahan (Sibolga, 1964)
M. Yunus Rangkuti (Medan, 1966)
N.
N.A. Hadian (Medan, 1932)
Nasib T. S. (Deliserdang, 1965)
Novianti (?)
Nasjah Djamin (Perbaungan, 1924)
Natha Pardosi Siagian (Parsoburan, 1939)
Neny Rosaria (Tanjungmuria, 1963)
Nevatuhella (Medan, 1961)
Nina Pane (Yogyakarta, 1948)
Nurelide Munthe (Medan, 1971)
Nurhayati Purba (Pematangsiantar, 1968)
Nursjamsu (Nursjamsu Nasution) (Lintau, 1921)
O.
Or. Mandank (Oemar gelar Datuk R. Mandank) (Kotapanjang, 1913)
P.
Palti R. Tamba (Tamba, 1965)
Pamusuk Eneste (Padangmatinggi, 1951)
Parakitri T. Simbolon (Samosir, 1947)
Partahi H. Sirait (Tarutung, 1934)
Pertampilan Sembiring Brahmana (Medan, 1958)
Petam Marpaung (Sipagimbar, 1958)
Porman Wilson (?)
Pria Ismar (Ismail Rangkuti) (Padangsidimpuan, 1964)
Pulo Lasman Simanjuntak (Surabaya, 1961)
Pusriza (?)
Q.
R.
Rainy M.P. Hutabarat (Jakarta, 1962)
Ramadhan Pohan (Pematangsiantar, 1966)
Ras Siregar (Rantauprapat, 1936)
Ratni Yacob (Kualasimpang, 1955)
Rayani Sriwidodo (Rayani Lubis) (Kotanopan, 1946)
Razali Kasim ()
Redi Panuju (Medan, 1964)
R. Effendi Ks (Negerilama, 1941)
Ria Ristiana Dewi (Aceh Utara, 1989)
Richad Yanato (Medan, 1988)
Ricky A. Manik (Jambi, 1979)
Rida H. R. (Labuhanbatu, 1983)
Ridwan Siregar (Medan, 1937)
Rifan Nazhip (Kotanopan, 1972)
Rina Mahfuzah Nasution (Medan, 1975)
Riris K. Toha-Sarumpaet (Tarutung, 1950)
Ristata Siradt (Laras, Simalungun, 1932)
R.M. Subanindyo Hadiluwih (Solo, 1945)
Romulus Z.I. Siahaan (Medan, 1965)
Rosliani (Doloksinumbah, 1972)
R.P. Sitanggang (1936)
Rudi Fhaliskan (Perbaungan, 1956)
Ruslan Marpaung (Tanjungbalai, 1942)
Rusli A. Malem (Lhoknibung, 1942)
Rusyanto Landung Laksono Simatupang (Yogyakarta, 1951)
S.
Sabaruddin Ahmad (Padang, 1921)
Sahril (Asahan, 1965)
Said Adlin (Rantauprapat, 1960)
Saifuddin Mahyuddin (Kisaran, 1945)
Sakti Alamsjah (Sungaikarang, 1922)
Samadi (Abdul Rasjid) (Maninjau, 1918)
Samsulbahri Candra (Medan, 1948)
Sangkot Nongah (Tanjungbalai, 1939)
Sanusi Pane (Muarasipongi, 1905)
S.A. Munay (Suriono A. Munay) (Perbaungan, 1963)
Saripuddin Lubis (Tigajuhar, 1968)
Sartika Sari (Medan, 1992)
Saut Situmorang (Tebingtinggi, 1966)
Sayed Din Hidayat (Kisaran, 1959)
S. Baya (Sababalik, 1946)
Sides Sudyarto D.S. (Tegal, 1942)
Sihar Ramses Simatupang (Jakarta, 1974)
Siti Aisyah (Pangkalanbrandan, 1981)
Sitor Situmorang (Harianboho, 1924)
S.M. Ardan (Medan, 1932)
Sori Siregar (Medan, 1939)
S. Ratman Suras (Wringinharjo, 1965)
S. Takdir Alisjahbana (Natal, 1908)
Sulaiman Sambas (Tanjungbalai, 1945)
Suman HS (Bengkalis, 1904)
Sumar (Lubukbaru, 1970)
Sumiaty K. S. M. (Perbaungan, 1968)
Sunaryo JW (Batangpane II, 1994)
Supri Harahap (Muarasiregar, 1963)
Suroso K.S. (Langsa, 1949)
Surya Dewita (Bandaaceh, 1969)
Susi Andrian Aga Putra (Jakarta, 1966)
Sutan Iwan Soekri Munaf (Medan, 1957)
Sutejo Muhadhie (Medan, 1941)
Sutejo N. Rahayu (Blitar, 1945)
Suyadi San (Medan, 1970)
Syafwan Hadi Umry (Shafwan Hadi Umry) (Perbaungan, 1951)
Syafrizal Sahrun (Percut, 1986)
Syaiful Amry (Pangeran Amri) (Medan, 1960)
Syaiful Hadi J.L. (Medan, 1958)
Syaiful Hidayat (Aeknabara, 1965)
Syarifuddin Dalimunthe (Binjai, 1943)
T.
Tabrani Mozasa (Pancurbatu, 1939)
Tandi Skober (Indramayu, 1951)
Tanty H. S. (Medan, 1983)
Tatan Daniel (Pematangsiantar, 1961)
Teja Purnama (Medan, 1973)
Tengku Agus Khaidir (Bima, 1975)
Terbit Sembiring (Tigandreket, 1932)
Thompson Hs (Tarutung, 1968)
Tina Afrida Marpaung (?)
T. Mulya Lubis (Muarabotung, 1949)
Torista Waty Pelawi (Kabanjahe, 1981)
T. Sandi Situmorang (Hutaraja, 1978)
U.
Uddin Lubis (Padangsidimpuan, 1945)
Usman Al Hudawy (Parupuk, 1932)
V.
Variati Husni (?)
W.
Wahyoedi (Bunut, 1958)
Wan Syaifuddin Edwin (Tanjungmorawa, 1965)
Washa S. Nasution (Medan, 1972)
Wildan Yatim (Padangsidimpuan, 1933)
Willem Iskander (Sati gelar Sutan Iskandar) (Pidolilombang, 1840)
Wilson Nadeak (Porsea, 1942)
Win R. G. (Winarti) (Indrapura, 1983)
Wirja Taufan (Medan, 1961)
X.
Y.
Yondik Tanto (Medan, 1963)
YS Rat (Yusrianto) (Medan, 1962)
Yulhasni (Payakumbuh, 1972)
Yusrianto (Kisaran, 1965)
Z.
Zainab Al-Kautsar (Sri Wulandari) (Rantauprapat, 1987)
Zainal Arifin Aka (Tanjungpura, 1957)
Zainuddin Tamir Koto (Gasanketek, 1941)
Zakaria M. Passe (Langsa, 1942)
Zakir (Aceh Tengah, 1981)
Z. Pangaduan Lubis (Muarasipongi, 1938)
Zuliana Ibrahim (Takengon, 1990)
Sumber :
"BUMI" Antologi Puisi 18 Penyair Sumatera Utara (Washa S. Nasution/ed, Studio Seni Indonesia : 1996)
"JEJAK" Antologi Puisi Sumatera Utara (Shafwan Hadi Umry-A. Rahim Qahhar/ed, Dewan Kesenian Sumatera Utara : 1998)
“LEKSIKON SUSASTRA INDONESIA” (Korrie Layun Rampan, Balai Pustaka : 2000)
"SI BULUS-BULUS SI RUMBUK-RUMBUK" Dwibahasa (Willem Iskander, kata pengantar dan terjemahan Basyral Hamidy Harahap, Sanggar Willem Iskander : 2002)
"SANKALAKIRI: Antologi Puisi/Cerpen Dialog Utara X (Anuar Asmadi/ed, GAPENA Malaysia : 2003)
"ENSIKLOPEDIA SASTRA INDONESIA MODERN" (Dendy Sugono/ed, Pusat Bahasa : 2003)
“ENSIKLOPEDI SASTRA INDONESIA” (Hasanuddin WS dkk, Titian Ilmu : 2004)
"JELAJAH" Puisi Ekologis (Jaya Arjuna/ed, Valentino Group : 2006)
"DENTING" Kumpulan Cerpen Koran Medan (Damiri Mahmud dkk/ed, Dewan Kesenian Medan : 2006)
"TAN MALAKA DI KOTA MEDAN" (Emnast, Arsip Sumatra : 2007)
"ENSIKLOPEDIA SASTRA SUMATERA UTARA" (Tim Pengkaji Balai Bahasa Sumatera Utara, 2007, belum terbit)
"MEDANSASTRA" Pumpunan Sajak, Cerita Pendek, Drama, Esai Temu Sastrawan Sumatera (Suyadi San/ed, Dewan Kesenian Sumatera Utara : 2007)
"TANAH PILIH" Bunga Rampai Puisi Temu Sastrawan Indonesia I (Dimas Arika Mihardja/ed, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi : 2008)
"BINTANG" (Win R. G., Wal Ashri Publishing, : 2008)
"MEDAN" Kumpulan Cerpen (Komunitas Seni Medan : 2009)
"ANGIN KERINDUAN" Antologi Puisi (Ria Ristiana Dewi, Leutika Prio : 2011)
"AKULAH MUSI" Antologi Puisi Pertemuan Penyair Nusantara V (Ahmadun Yosi Herfanda dkk/ed, Dewan Kesenian Sumatera Selatan : 2011)
"AMANG PARSINUAN.. SANG AYAH.. " (Lucya Chriz, KSI Medan Publishing : 2011)
"SAUK SELOKO" Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI (Acep Zamzam Noor dkk/kur, Dewan Kesenian Jambi : 2012)
"PASIE KARAM' Antologi Puisi Temu Penyair Nusantara (D. Kemalawati dkk/kur, Disbudparpora dan Dewan Kesenian Aceh Barat : 2016)
"KOPI 1.550 mdpl" Kumpulan Puisi (Fikar W. Eda dkk/kur, Aceh Culture Centre-Ruang Sastra-The Gayo Institute : 2016)
"DENTAM SWARNADWIPA" Antologi Puisi dan Cerpen Sumatra (Sarwo F. Wibowo dkk/ed, Palagan Press : 2016)
A.
A.A. Bungga (Medan, 1938)
A.A. Loebis (Balige, 1930)
Abas St. Pamuntjak Nan Sati (Bukittinggi, 1899)
Abdul Jalil Sidin (Binjai, 1929)
Abdul Rahim (Mihar Harahap) (Medan, 1958)
Abdul Wahid Situmeang (Sibolga, 1936)
Abu Bakar Siregar (Medan, 1953)
Achmad Rivai Nasution (Pematangsiantar, 1935)
A. Damhoeri (Batupayung, 1915)
Adi Mujabir (Perbaungan, 1961)
Adinegoro (Talawi, Sumatera Barat, 1904)
Afrion (Kisaran, 1963)
Agam Wispi (Pangkalansusu, 1930)
Agus Mulia (Padangsidimpuan, 1972)
A. Hasjmy (Seulimeum, 1914)
Ahmad Badren Siregar (Lubukpakam, 1985)
Ahmad Parmonangan Nasution (Panyabungan, 1974)
Ahmad Samin Siregar (Batangtoru, 1945)
Aishah Basar (Rantauprapat, 1971)
A. Kadir Zailani Yahya (Akar Zaya) (Medan, 1944)
Akhas Taufiks Rokan (Batubara, 1948)
Alamsyah Pohan (Sipirok, 1956)
Aldian Aripin (Kotapinang, 1938)
Alex R. Nainggolan (Jakarta, 1982)
Ali Rahman Kaban (Langkat, 1977)
Ali Soekardi (Tebingtinggi, 1933)
Aly Yusran (Tantaman, 1940)
Amal Hamzah (Binjai, 1922)
Aminuddin Anhar (Bangunpurba, 1949)
Amirhan A. Sanie (Tanjungpura, 1949)
Amir Hamzah (Tanjungpura, 1911)
Amin Setiamin (Linggatiga, 1974)
Amrin Tambuse (Pangkalanbrandan, 1968)
Anggia Putra (Jakarta, 1944)
Anharuddin Hutasuhut (Padangsidimpuan, 1970)
Antilan Purba (Pematangbandar, 1958)
Antonius Silalahi (Pematangsiantar, 1973)
Anum Nona Asih (Sibolga, 1965)
Anwar Putra Bayu (Medan, 1960)
A.N. Zaifah (Medan, 1940)
Aoh K. Hadimadja (Bandung, 1911)
Arafat Nur (Lubukpakam, 1974)
A. Rahim Qahhar (Medan, 1943)
Ardani (Medan, 1965)
Arie Azhari Nasution (Galang, 1989)
Arie F. Batubara (Medan, 1959)
Arie M.P. Tamba (Samosir, 1961)
Arif Husin Siregar (Medan, 1921)
Aris Siswo (Medan, 1924)
Armijn Pane (Muarasipongi, 1908)
Artika Maya (Tebingtinggi)
Ashadi Siregar (Pematangsiantar, 1945)
Askolani (Tapanuli Selatan, 1966)
Asry’s (Medan, 1938)
A.S. Atmadi (Medan, 1951)
Awaluddin Ahmad (Gebang, 1940)
Ayu Harahap (?)
A. Zaini Nasution (Medan, 1937)
B.
Bachtiar Adamy (Aceh Utara, 1956)
Bagin (Binjai, 1927)
Bahrum Rangkuti (Galang, 1919)
Bakri Siregar (Langsa, 1922)
Barus Siregar (Sipirok, 1923)
Basyral Hamidy Harahap (Sihepeng, 1940)
Bersihar Lubis (Gunungtua, 1950)
Bokor Hutasuhut (Balige, 1934)
Burhan Pilliang (Kutaraja, 1939)
B. Yass (Hutapadang, 1929)
B.Y. Tand (Indrapura, 1942)
C.
Chairil Anwar (Medan, 1922)
Choqienk Susilo Sakeh (Medan, 1958)
C.M. Nas (Salatiga, 1933)
D.
Damiri Mahmud (Kampungklambir, 1945)
Danil Eneste (Medan, 1971)
Danmeras Syamsuddin (Dolokilir, 1940)
Darius Marpaung (Sitiotio, 1928)
Darwis Rifai Harahap (Firdaus, 1944)
Das Chall (Wan Chalidin) (Singapura, 1927)
Dhalika Tadaus (Takengon, 1929)
D. Ilyas Rawi (Tebingtinggi, 1948)
Dini Usman (Kabanjahe, 1975)
Diro Aritonang (Kalianda, 19)
Djamal (?)
Djamalul Abidin Ass (Medan, 1935)
Djawastin Hasugian (Pakkat, 1943)
Djohan A. Nasution (Medan, 1937)
Dt. A. Azmansjah (Limalaras,)
Dwi Kridanto HS (Baturaja, 1963)
E.
Eddy Siswanto (Medan, 1968)
Edrida Pulungan (Padangsidimpuan, 1982)
Elidawani Lubis (Medan, 1983)
Elva Yusanti (Medan, 1974)
Embar T. Nugroho (Pematangsiantar, 1977)
Emnast (Mukhtar Nasution) (Medan, 1941)
Ezra Dalimunte (Medan, 1972)
F.
Farizal Nasution (Tebingtinggi, 1962)
Fitria Panjang (Medan, 1996)
Foeza M.E. Hutabarat (Medan, 1958)
Frans Ekodhanto (Medan, 1986)
Frans Nadjira (Makassar, 1942)
G.
Gayus Siagian (Balige, 1920)
Gunawan Tampubolon (Kualasimpang, 1960)
H.
Hamka (Maninjau, 1908)
Hamsad Rangkuti (Titikuning, 1943)
Hamzah Fansuri (?)
Harta Pinem (Juhar, 1958)
Haris Saoloon Lubis (Padangsidimpuan, 1959)
Harun Al Rasyid (Padang, 1963)
Harun Arrasyid (H.A. Dharsono) (Limalaras, 1933)
Hasan Al Banna (Padangsidimpuan, 1978)
Hazil Tanzil (Medan, 1918)
H.B. Jassin (Gorontalo, 1917)
Helvy Tiana Rosa (Medan, 1970)
Herman Ks (Medan, 1937)
Herni Fauziah (Medan, 1964)
H.G. Ugati (Takengon, 1938)
Hidayat Banjar (Medan, 1962)
Hr. Bandaharo (Banda Harahap) (Medan, 1917)
I.
Ibnast (Lhokseumawe, 1939)
Ibrahim Sembiring (Medan, 1970)
Ida Nasution (1928)
Idris Siregar (Medan, 1968)
Idris Pasaribu (Delitua, 1952)
Ikhwanuddin Nasution (Padangsidimpuan, 1962)
Indra Y. T. (Medan, 1985)
Ilham Wahyudi (Medan, 1983)
Irwan Effendi (Medan, 1981)
Ismail Marahimin (Medan, 1934)
Ismed Nur (Medan, 1960)
Iwan Simatupang (Sibolga, 1928)
J.
Jalaluddin (Medan, 1937)
Januari Sihotang (Hariansamosir, 1984)
Jaya Arjuna (Bukittinggi, 1953)
Jerni Martina Elita Napitupulu (Simalungun, 1974)
J.E. Siahaan (Balige, 1934)
Jhon F.S. Pane (Kotabaru, Kalimantan Selatan,)
Jones Gultom (Perbaungan, 1982)
Jon Triono S. (Tinjowan, 1963)
Julaiha S (Medan, 1993)
J.U. Nasution (Pematangsiantar, 1930)
Jusuf Sou’yb (Bayur, 1916)
K.
Kardy Said (Fachrurrazi) (Pariaman, 1956)
Khairul Ikhwan Damanik (Indrapura, 1975)
Ki Panjikusmin (1941)
L.
Lahmudin Mane (Medan)
Laswiyati Pisca (Lubukpakam, 1963)
Lazuardi Adi Sage (Medan, 1957)
Lazuardi Anwar (Pauh, 1941)
Lia Anggia Djohan Nasution (Medan, 1979)
L.K. Ara (Takengon, 1937)
L. Munir Umar (Meureudu, 1953)
Lucya Chriz (Sidikalang, 1986)
M.
M.A. Djuhana (Aki Djuhana) (Tanjungbalai, 1925)
Mahmud Sewika (Perdagangan, 1928)
Malubi (Mahyuddin Lubis) (Huta Pungkut Tonga, 1962)
Mansur Samin (Batangtoru, 1930)
Maroeli Simbolon (Rantauprapat, 1967)
Martin Aleida (Tanjungbalai, 1943)
Maskirbi (Mazhar) (Tarutung, 1952)
Masril Habib (Labuhanbatu, 1975)
Matu Mona (Hasbullah Parinduri) (Medan, 1910)
Maulana Satrya Sinaga (Medan, 1989)
Maulana Syamsuri (Perdagangan, 1943)
M. Biya Sofyan (Sofyan Ambia) (Kampungbaru, 1936)
Merari Siregar (Sipirok, 1896)
M.H. Agam Fawirsa (Pangkalanbrandan, 1962)
M. Haroen (Muhammad Harun Al-Rasyid Ritonga (Simartokis, 1994)
M. Husseyn Umar (Medan, 1931)
Mochtar Lubis (Padang, 1922)
Mozasa (Mohammad Zain Saidi) (Bogak, 1914)
M. Poppy Hutagalung (Poppy Donggo Hutagalung) (Jakarta, 1940)
M. Raudah Jambak (Medan, 1972)
M.S. Hutagalung (Tarutung, 1937)
M. Solly Lubis (Lumut, 1930)
M. Tantowi Yunus (Tanjungkasau, 1940)
Muhammad Husein Heikal (Medan, 1997)
Muhammad Indra A.M. (Tanjungbalai, 1949)
Muhammad Kasim (M. Kasim) (Muarasipongi, 1886)
Muhammad Rain (?)
Muhammad Subhan (Medan, 1980)
Muhammad T.W.H. (Geudong, 1932)
Muhammad Yamin (Sawahlunto, 1903)
Mukhlis Win Ariyoga (Takengon,)
Muram Batu (Limapuluh, 1978)
Murni Aryanti Pakpahan (Sibolga, 1964)
M. Yunus Rangkuti (Medan, 1966)
N.
N.A. Hadian (Medan, 1932)
Nasib T. S. (Deliserdang, 1965)
Novianti (?)
Nasjah Djamin (Perbaungan, 1924)
Natha Pardosi Siagian (Parsoburan, 1939)
Neny Rosaria (Tanjungmuria, 1963)
Nevatuhella (Medan, 1961)
Nina Pane (Yogyakarta, 1948)
Nurelide Munthe (Medan, 1971)
Nurhayati Purba (Pematangsiantar, 1968)
Nursjamsu (Nursjamsu Nasution) (Lintau, 1921)
O.
Or. Mandank (Oemar gelar Datuk R. Mandank) (Kotapanjang, 1913)
P.
Palti R. Tamba (Tamba, 1965)
Pamusuk Eneste (Padangmatinggi, 1951)
Parakitri T. Simbolon (Samosir, 1947)
Partahi H. Sirait (Tarutung, 1934)
Pertampilan Sembiring Brahmana (Medan, 1958)
Petam Marpaung (Sipagimbar, 1958)
Porman Wilson (?)
Pria Ismar (Ismail Rangkuti) (Padangsidimpuan, 1964)
Pulo Lasman Simanjuntak (Surabaya, 1961)
Pusriza (?)
Q.
R.
Rainy M.P. Hutabarat (Jakarta, 1962)
Ramadhan Pohan (Pematangsiantar, 1966)
Ras Siregar (Rantauprapat, 1936)
Ratni Yacob (Kualasimpang, 1955)
Rayani Sriwidodo (Rayani Lubis) (Kotanopan, 1946)
Razali Kasim ()
Redi Panuju (Medan, 1964)
R. Effendi Ks (Negerilama, 1941)
Ria Ristiana Dewi (Aceh Utara, 1989)
Richad Yanato (Medan, 1988)
Ricky A. Manik (Jambi, 1979)
Rida H. R. (Labuhanbatu, 1983)
Ridwan Siregar (Medan, 1937)
Rifan Nazhip (Kotanopan, 1972)
Rina Mahfuzah Nasution (Medan, 1975)
Riris K. Toha-Sarumpaet (Tarutung, 1950)
Ristata Siradt (Laras, Simalungun, 1932)
R.M. Subanindyo Hadiluwih (Solo, 1945)
Romulus Z.I. Siahaan (Medan, 1965)
Rosliani (Doloksinumbah, 1972)
R.P. Sitanggang (1936)
Rudi Fhaliskan (Perbaungan, 1956)
Ruslan Marpaung (Tanjungbalai, 1942)
Rusli A. Malem (Lhoknibung, 1942)
Rusyanto Landung Laksono Simatupang (Yogyakarta, 1951)
S.
Sabaruddin Ahmad (Padang, 1921)
Sahril (Asahan, 1965)
Said Adlin (Rantauprapat, 1960)
Saifuddin Mahyuddin (Kisaran, 1945)
Sakti Alamsjah (Sungaikarang, 1922)
Samadi (Abdul Rasjid) (Maninjau, 1918)
Samsulbahri Candra (Medan, 1948)
Sangkot Nongah (Tanjungbalai, 1939)
Sanusi Pane (Muarasipongi, 1905)
S.A. Munay (Suriono A. Munay) (Perbaungan, 1963)
Saripuddin Lubis (Tigajuhar, 1968)
Sartika Sari (Medan, 1992)
Saut Situmorang (Tebingtinggi, 1966)
Sayed Din Hidayat (Kisaran, 1959)
S. Baya (Sababalik, 1946)
Sides Sudyarto D.S. (Tegal, 1942)
Sihar Ramses Simatupang (Jakarta, 1974)
Siti Aisyah (Pangkalanbrandan, 1981)
Sitor Situmorang (Harianboho, 1924)
S.M. Ardan (Medan, 1932)
Sori Siregar (Medan, 1939)
S. Ratman Suras (Wringinharjo, 1965)
S. Takdir Alisjahbana (Natal, 1908)
Sulaiman Sambas (Tanjungbalai, 1945)
Suman HS (Bengkalis, 1904)
Sumar (Lubukbaru, 1970)
Sumiaty K. S. M. (Perbaungan, 1968)
Sunaryo JW (Batangpane II, 1994)
Supri Harahap (Muarasiregar, 1963)
Suroso K.S. (Langsa, 1949)
Surya Dewita (Bandaaceh, 1969)
Susi Andrian Aga Putra (Jakarta, 1966)
Sutan Iwan Soekri Munaf (Medan, 1957)
Sutejo Muhadhie (Medan, 1941)
Sutejo N. Rahayu (Blitar, 1945)
Suyadi San (Medan, 1970)
Syafwan Hadi Umry (Shafwan Hadi Umry) (Perbaungan, 1951)
Syafrizal Sahrun (Percut, 1986)
Syaiful Amry (Pangeran Amri) (Medan, 1960)
Syaiful Hadi J.L. (Medan, 1958)
Syaiful Hidayat (Aeknabara, 1965)
Syarifuddin Dalimunthe (Binjai, 1943)
T.
Tabrani Mozasa (Pancurbatu, 1939)
Tandi Skober (Indramayu, 1951)
Tanty H. S. (Medan, 1983)
Tatan Daniel (Pematangsiantar, 1961)
Teja Purnama (Medan, 1973)
Tengku Agus Khaidir (Bima, 1975)
Terbit Sembiring (Tigandreket, 1932)
Thompson Hs (Tarutung, 1968)
Tina Afrida Marpaung (?)
T. Mulya Lubis (Muarabotung, 1949)
Torista Waty Pelawi (Kabanjahe, 1981)
T. Sandi Situmorang (Hutaraja, 1978)
U.
Uddin Lubis (Padangsidimpuan, 1945)
Usman Al Hudawy (Parupuk, 1932)
V.
Variati Husni (?)
W.
Wahyoedi (Bunut, 1958)
Wan Syaifuddin Edwin (Tanjungmorawa, 1965)
Washa S. Nasution (Medan, 1972)
Wildan Yatim (Padangsidimpuan, 1933)
Willem Iskander (Sati gelar Sutan Iskandar) (Pidolilombang, 1840)
Wilson Nadeak (Porsea, 1942)
Win R. G. (Winarti) (Indrapura, 1983)
Wirja Taufan (Medan, 1961)
X.
Y.
Yondik Tanto (Medan, 1963)
YS Rat (Yusrianto) (Medan, 1962)
Yulhasni (Payakumbuh, 1972)
Yusrianto (Kisaran, 1965)
Z.
Zainab Al-Kautsar (Sri Wulandari) (Rantauprapat, 1987)
Zainal Arifin Aka (Tanjungpura, 1957)
Zainuddin Tamir Koto (Gasanketek, 1941)
Zakaria M. Passe (Langsa, 1942)
Zakir (Aceh Tengah, 1981)
Z. Pangaduan Lubis (Muarasipongi, 1938)
Zuliana Ibrahim (Takengon, 1990)
Sumber :
"BUMI" Antologi Puisi 18 Penyair Sumatera Utara (Washa S. Nasution/ed, Studio Seni Indonesia : 1996)
"JEJAK" Antologi Puisi Sumatera Utara (Shafwan Hadi Umry-A. Rahim Qahhar/ed, Dewan Kesenian Sumatera Utara : 1998)
“LEKSIKON SUSASTRA INDONESIA” (Korrie Layun Rampan, Balai Pustaka : 2000)
"SI BULUS-BULUS SI RUMBUK-RUMBUK" Dwibahasa (Willem Iskander, kata pengantar dan terjemahan Basyral Hamidy Harahap, Sanggar Willem Iskander : 2002)
"SANKALAKIRI: Antologi Puisi/Cerpen Dialog Utara X (Anuar Asmadi/ed, GAPENA Malaysia : 2003)
"ENSIKLOPEDIA SASTRA INDONESIA MODERN" (Dendy Sugono/ed, Pusat Bahasa : 2003)
“ENSIKLOPEDI SASTRA INDONESIA” (Hasanuddin WS dkk, Titian Ilmu : 2004)
"JELAJAH" Puisi Ekologis (Jaya Arjuna/ed, Valentino Group : 2006)
"DENTING" Kumpulan Cerpen Koran Medan (Damiri Mahmud dkk/ed, Dewan Kesenian Medan : 2006)
"TAN MALAKA DI KOTA MEDAN" (Emnast, Arsip Sumatra : 2007)
"ENSIKLOPEDIA SASTRA SUMATERA UTARA" (Tim Pengkaji Balai Bahasa Sumatera Utara, 2007, belum terbit)
"MEDANSASTRA" Pumpunan Sajak, Cerita Pendek, Drama, Esai Temu Sastrawan Sumatera (Suyadi San/ed, Dewan Kesenian Sumatera Utara : 2007)
"TANAH PILIH" Bunga Rampai Puisi Temu Sastrawan Indonesia I (Dimas Arika Mihardja/ed, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi : 2008)
"BINTANG" (Win R. G., Wal Ashri Publishing, : 2008)
"MEDAN" Kumpulan Cerpen (Komunitas Seni Medan : 2009)
"ANGIN KERINDUAN" Antologi Puisi (Ria Ristiana Dewi, Leutika Prio : 2011)
"AKULAH MUSI" Antologi Puisi Pertemuan Penyair Nusantara V (Ahmadun Yosi Herfanda dkk/ed, Dewan Kesenian Sumatera Selatan : 2011)
"AMANG PARSINUAN.. SANG AYAH.. " (Lucya Chriz, KSI Medan Publishing : 2011)
"SAUK SELOKO" Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI (Acep Zamzam Noor dkk/kur, Dewan Kesenian Jambi : 2012)
"PASIE KARAM' Antologi Puisi Temu Penyair Nusantara (D. Kemalawati dkk/kur, Disbudparpora dan Dewan Kesenian Aceh Barat : 2016)
"KOPI 1.550 mdpl" Kumpulan Puisi (Fikar W. Eda dkk/kur, Aceh Culture Centre-Ruang Sastra-The Gayo Institute : 2016)
"DENTAM SWARNADWIPA" Antologi Puisi dan Cerpen Sumatra (Sarwo F. Wibowo dkk/ed, Palagan Press : 2016)
Subscribe to:
Posts (Atom)











